Pindah Blog

June 10th, 2007 by wibi5ono

Saya memutuskan untuk pindah Blog dari Friendster ke beberapa penyedia blog lainnya.

Alasannya karena blog FS tidak bisa di customize terlalu banyak, sebenarnya bukan tidak bisa tapi tidak bisa gratis harus upgrade dan bayar. Padhal penyedia blog yang lain bisa gratis dan lebih bagus fiturnya.

Seberapa sih pemasukan FS dari jualan blog ini, saya tidak besar dibanding jualan iklan, ini saya rasa kesalahan stratgey lagi setelah sekian banyak keslahan yang lalu.

Mungkin sekarang FS lagi berbenah dan nanti kalau udah ada perbaikan mungkin saya lanjutkan nulis di blog FS ini. Untuk sementara saya akan ngeblog ditempat lain ajah.

Hendry vs Virus

June 3rd, 2007 by wibi5ono

Dalam sebuah pertarungan antara hidup dan mati. Hendry, suami adik perempuanku, ayah dua orang keponakan buah hatiku, sambil mengerang kesakitan, dia beradu argumentasi dengan sang Virus yang telah bersemayam didalam tubuhnya selama hampir 9 tahun.

Hendry: "Kini, telah hampir lengkap sudah penguasaanmu akan tubuhku, apalagi yang kau inginkan?"

Virus: "Nyawamu!" sergah sang Virus bernafsu sambil memperlihatkan seringai wajah setannya yang jahat.

Hendry: "Benarkah hanya itu yang kau inginkan? atau kau hanya berpura pura untuk memenangkan nyawaku"

Virus memicingkan matanya dan mulai mengeram sambil berbisik lirih.

Virus: "Kau memang pertarung yang tangguh, 9 tahun bukan waktu yang singkat untuk bertahan, angkatanmu rata rata hanya bertahan 7 tahun. Tapi tidak hanya itu, kau juga cerdas. Kau tawari aku dengan nyawamu, sebenarnya aku belum lagi puas mengerogoti tubuhmu yang atletis itu. Tapi tawaranmu tak mungkin kutolak karena itulah tujuan akhirku"

Hendry: "Demi Allah, aku tak pernah menawarkan nyawaku untuk siapapun, tidak ada yang sepadan ditukar dengan nyawaku…"

Belum lagi Hendry menyelesaikan kalimatnya sang Virus memotong dengan gusar.

Virus: "Arrgghhh… bullshit semuanya….  aku bisa mengambil nyawamu kapan saja, kau sudah sangat lemah dan jangan kau sebut sebut Nama itu lagi, aku sudah muak, DIA tak akan pernah bisa menolongmu, walaupun istrimu dengan setia membisikkan nama Nya dikupingmu, percayalah itu useless."

Dengan tersenyum mengejek Hendry menjawab: "Useless atau tidak itu bukan urusanmu", kemudian dia melanjutkan "Urusi saja nafsumu sebab aku tak mau menyerah walaupun Encephalopathy yang kau lancarkan sangat menyakitkan."

Dengan wajah pura-pura prihatin Virus mengejek: "Oh sakit yaahhh, duh kacian… mau lagi?"

Mendengar ejekan Virus, Hendry membenahi posisi tidurnya lalu menjawab: "Bukan sakit tubuhku yang aku perdulikan tapi sakit keluargaku yang harus menyaksikan aku menjerit, kejang, merem melek, aku tak sanggup melihat mereka menangis."

Virus: "Hmm… aku ingin berterus terang bahwa aku sangat menikmatinya, semakin lama semakin nikmat, kau adalah korban yang sangat lezat, teman teman kantormu satu persatu datang dan menangis, sungguh indah… indah sekali… aku ingin lebih lama lagi menikmatinya, sebab kamu masih segar, bobotmu hanya menyusut sekitar 25% saja, padahal korban yang lain bobot badannya bisa ku gerogoti hingga 60%".

Sang Virus menarik nafas panjang dan berkata lagi "Kenapa kau tidak pasrah saja dan biarkan aku menikmati penderitaanmu hingga 2 atau 3 bulan kedepan, kan tidak harus buru buru menyerahkan nyawa."

Hendry meringis menahan perih seraya berkata: "Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan sebab aku tahu dibalik wajahmu yang jahat ada maksud yang lebih jahat lagi."

Virus, pura pura bingung: "Maksudmu? bukankah aku sudah menjawab pertanyaanmu tentang keinginanku untuk mengambil nyawamu."

Dengan suara parau menahan sakit Hendry menjawab: "Aku tahu kau mengincar nyawa istriku dan nyawa dua orang anakku."

Merasa kecele Virus tertawa: "Ha ha ha ha ha ha….. kenapa kau masih memikirkan mereka? pikirkan saja dirimu, soal anak dan istri itu schedule selanjutnya dan tak ada urusanya denganmu, lagipula kan kau sendiri yang mengundang aku masuk kedalam tubuhmu, ingat itu…"

Hendry: "Iya itu memang kesalahanku tapi kau tak akan mendapatkan lebih dari apa yang ada dalam tubuhku."

Virus: "Kenapa kau begitu yakin…"

Hendry: "Sebab Allah SWT memberiku cinta yang sudah kuwariskan kepada istri dan anak anakku sebagai perlindungan."

Muka Virus menjadi merah padam karena emosi.

Virus: "Cinta? … kau pikir cintamu bisa melindungi mereka? huh.. jijik aku mendengarnya.. sudahlah aku muak dengan percakapan ini, lagi pula aku sudah peringatkan kau untuk tidak menyebut Nama NYA"

Hendry memotong: "Kenapa memangnya? kau takut? dasar setan busuk penghuni Neraka, tunggu hingga hari akhir nanti kau akan…"

Mendengar makian Hendry sang Virus menjadi murka dan berteriak: "KURANG AJAR, tak cukupkah Encephalopathy menyiksamu, kini aku terpaksa menyerangmu dengan infeksi selanjutnya…"

Dengan suara sengau karena selang alat bantu pernafasan yang dimasukkan kehidungnya Hendry mencounter psywar itu: "Silahkan, itu tak membuatku bergidik, serangan apalagi yang akan kau lancarkan?"

Nafas sang Virus memburu, wajah mengeluarkan api, dengan suara tinggi Virus membalas: "Aku masih punya segudang infeksi yang bisa aku lancarkan, mau kau aku kenai Retinopathy, Aspergillosis, Mucormycosis, Microsporidiosis, Cytomegalovirus…".

Hendry hanya menjawab dengan: "Allahuakbar, Allahuakbar… Laaailahailalllahhh…"

Virus meradang dan berubah menjadi wujud yang tak pernah diperlihatkan sebelumnya, sangat seram dan menjijikan, dengan suara mengelegar Virus menjerit: "Kau memang tak mudah menyerah, kini rasakanlah seranganku…"

Hendry dengan Bala tentara kekebalan tubuhnya yang tinggal sedikit dan lemah itu melawan sekuat tenaga. Pertempuran yang sudah terjadi sejak satu minggu ini akhirnya berakhir tadi pagi jam 7:23 tanggal 3 juni 2007 dengan kekalahan total dipihak Hendry.

Sang Virus dengan terengah engah dan babak belur pergi mencari korbannya yang lain. Virus telah memenangkan pertempuran secara fisik tapi secara pribadi Hendrylah pemenangnya.

Sungguhpun demikian Virus ini sangat berbahaya karena akan menjadi ancaman wabah seluruh dunia.

Selamat jalan Hendry, perjuanganmu yang telah menghasilkan sebuah rumah mungil yang akan memberi arti besar pada kehidupan anak dan istrimu, merekalah yang senantiasa mendoakan kesejahteraanmu di alam Baka karena cintamu mensejahterakan mereka di alam fana.

Inalillahi wainaillaihi rojiun.

Wibisono Sastrodiwiryo

Pondok Kopi

3 juni 2007

Revolusi Industri Musik Indonesia

May 27th, 2007 by wibi5ono

Rute Pondok Kopi - Rawamangun terasa dekat karena sering antar jemput ponakan yang tinggal di Rawamangun. Ditengah rute tersebut saya sering mampir disebuah Mall. Mall Klender yang dulu dikenal dengan nama Swalayan Jogja yang hangus terbakar waktu heboh penjarahan diawal reformasi.

Biarpun kecil Mall ini menyediakan hampir semua kebutuhan, bisa makan pizza, donut, fried chicken, swalayan, baju baju, warnet, ATM, salon kecantikan dan ada toko CD favorite saya, DiscTara. Hampir 50% koleksi CD saya beli di toko ini. Tapi entah kenapa setelah sebulan saya tidak mampir ternyata DiscTara tutup.

Saya tidak sempat tanya sama pegawainya kemana mereka pindah (kalau memang pindah). Setelah itu saya coba cari toko CD ke tempat lain tapi banyak yang sudah tutup duluan. Ada apa nih.. kok banyak toko CD pada tutup. Apa karena bisnis musik sedang turun? Padahal sejak dua tahun terakhir band band baru sedang bermunculan di industri musik Indonesia. Sebut saja mulai dari Peterpan, Ungu, Samsons dan tentu saja band yang sudah lebih dahulu exist seperti Dewa, Padi, Slank dst.

Tidak mungkin bisnis musik lesu pikir saya, lha wong musisi dan penikmat musiknya bertambah banyak, kenapa mesti lesu? Sampai akhirnya majalah Rolling Stone versi Indonesia edisi Maret menulis kiamatnya industri musik Indonesia. Widi Asmoro dari Sony BMG yang saya minta klarifikasinya tentang hal ini membenarkan, bahkan lebih jauh lagi Widi menyebutkan bahwa musisi Indonesia sekarang ini lebih hanya mengandalkan honor dari konser untuk biaya hidup sehari-hari ketimbang dari royalti rekaman. Walaupun menurut Widi musik itu sendiri tidak akan pernah mati sementara industri musik kelihatanya bakal terus terpuruk.

Saya baru mendapat gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi setelah membaca blognya Pak Budi Rahardjo seorang pemerhati masalah TI. Menurut Pak Budi terpuruknya industri musik karena selain pembajakan juga karena perubahan kebiasaan cara mendengarkan musik yang semula dalam format audio menjadi format digital. Seketika saya sadar bahwa musik yang saya dengar setiap hari selama ini adalah musik digital hasil transfer dari CD Audio original yang saya beli.

Rupanya kebiasaan saya itu sangat berpengaruh karena terjadi secara global. Ini membuka wawasan saya bahwa apa yang sebenarnya sedang terjadi adalah sebuah revolusi, revolusi media yang dikomandani oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Sepuluh tahun yang lalu kebanyakan orang mendengarkan musik dari kaset atau CD, membaca berita dari  koran atau majalah, menonton hiburan dari TV atau video. Sepuluh tahun yang lalu kebanyakan orang menggunakan komputer hanya untuk produktifitas kerja kantor atau game, menggunakan internet hanya untuk baca email atau baca berita diportal atau versi online dari media cetak atau hanya untuk cari informasi di Search Engine.

Kini mungkin kebanyakan orang akan mengerti bahwa sudah terjadi perubahan media dari konvensional ke digital. Dulu baca berita dimedia cetak sekarang baca berita diinternet, dulu dengar musik ditape, sekarang dengar musik dikomputer atau mp3 player. Dulu orang pakai HP hanya untuk telephone dan SMS, sekarang orang pakai HP untuk koneksi internet atau nonton TV.

Tapi apakah hanya sebatas itu. Kalau kita cermati seperti cerita saya diatas maka perubahan ini sesungguhnya membawa implikasi yang sangat luas. Berubahnya media mengubah perilaku masyarakat, berubahnya perilaku masyarakat mengubah tatanan ekonomi, bisnis, sosial, agama, budaya bahkan politik. Bagaimana itu terjadi kita mesti simak secara keseluruhan mulai dari proses perubahan.

Setelah komputer digital menjelma dalam bentuk PC yang murah meriah dan dapat dimiliki oleh banyak orang, kemudian Bill Gates dari Microsoft menciptakan Sistem Operasi Windows yang membuat PC menjadi bisa digunakan tidak hanya untuk mengetik tapi juga untuk mendengarkan musik, menjelajah internet, nonton film, bermain game dll, kemudian lagi Linus Torvalds menciptakan Sistem Operasi Linux yang memfasilitasi jutaan server situs web baru penyedia content digital, maka perubahan besar sudah dimulai.

Media telah berubah, orang yang baca berita diinternet semakin banyak, pembaca berita dari media cetak tentunya semakin sedikit. Orang yang mendengarkan musik dari komputer atau mp3 player semakin banyak sementara pendengar musik dari stereo-tape semakin sedikit. Orang yang menonton video dari DVD semakin banyak sementara penonton video dari VCD semakin sedikit. Perilaku telah berubah lantas apa selanjutnya.

Pada prinsipnya masyarakat menginginkan kemudahan entah dari akses, harga atau penggunaan dari sebuah media. Keadaan ini membuat industri hardware dan software berlomba lomba membuat format digital mereka supaya bisa dinikmati oleh pengguna peralatan media digital. Leonardo Chiariglione dari Moving Picture Entertainment Group menciptakan salah satu format digital paling populer, yaitu MP3 untuk musik dan MPEG untuk video. Steve Jobs dari Apple menciptakan iPod sebagai MP3 player pertama yang kemudian segera ditiru oleh banyak produsen hardware lainnya dengan harga jual murah meriah bak kacang goreng. Belum lagi produk HP yang semakin murah dan semakin canggih yang memungkinkan pengguna HP bisa melakukan apapun yang biasa dilakukan di PC.

Karena media baru (baca: digital) memiliki sifat akses yang mudah, harga bersaing dan pengoperasian yang sederhana membuat akselerasi perubahan semakin cepat. Ketika rasio pengguna media-baru sudah semakin besar dibanding dengan pengguna media-lama maka mulailah timbul gejala gejala yang sebelumnya hanya diyakini sebagai gaya hidup modern saja.

Masih ingat fenomena Inul Daratista dengan aksi goyang ngebornya? Fenomena ini memicu polemik nasional berkepanjangan. Berbagai tokoh sosial dan agama ikut terlibat dalam kisruh goyang ngebor ini. Tahukah anda media yang digunakan Inul untuk meroketkan popularitasnya? Media yang dipakai adalah VCD aksi goyang ngebor yang bajakanya dapat diperoleh dengan mudah dan harga murah.

Alasan Rupert Murdoch yang dijuluki Raja Media Barat membeli portal MySpace.com seharga 580 juta dollar adalah karena oplah media cetak semakin turun sementara belanja iklan perusahaan pemasangan iklan di internet semakin besar.

Parameter sukses sebuah Band dibarat sekarang sudah mulai menggunakan download singles dan bukan lagi jumlah copy album yang terjual.

Kalau sudah begini apa yang mesti kita lakukan? Haruskah kita bertahan dengan paradigma lama? Haruskah para pelaku industri musik tanah air (baca: Label) bertahan tidak mau membuka diri dengan tidak menjual produknya secara online.

Ada contoh menarik tentang hal ini. Di dunia jurnalistik kita mengenal media baru yang bernama Blog. Semula banyak pelaku jurnalistik yang mencibir tentang keberadaan Blog yang dianggap tidak serius ini. Seperti halnya pelaku industri musik yang mengecam MP3 sebagai biang kerok pembajakan. Tapi kemudian Blog mulai dihayati sebagai media baru yang juga bisa menjadi media jurnalisme serius.

Budi Putra seorang wartawan Tempo yang sudah cukup mapan memutuskan berhenti bekerja untuk Tempo dan memilih menjadi fulltime blogger. Perusahaan perusahaan mulai mengasuh Blog sebagai ajang Public Relation dan marketing mereka.

Apa akibatnya jika kita tidak memperhitungkan keberadaan media baru ini? Nila Tanzil seorang jurnalis dan juga seorang blogger telah membuktikan bahwa media baru tidak bisa dinafikan begitu saja keberadaannya. Tulisan Nila pada blognya membuktikan pemerintahan sebuah negarapun tidak bisa terhindar dari perubahan.

Sebuah negara, tepatnya Malaysia. Kisahnya berawal dari Nila sebagai presenter TV swasta diundang oleh pemerintah Malaysia untuk meliput promosi pariwisata negara itu. Pemerintah Malaysia menghendaki liputan sesuai keinginan mereka alias tidak mengungkap fakta sebenarnya yang tentu saja tidak bisa diterima oleh Nila. Sepulang ke tanah air Nila menulis di blognya tentang liputan tersebut apa adanya. Tulisan itu kemudian mengundang polemik yang berujung statement dari dua orang mentri Malaysia (Menteri Pariwisata Malaysia dan Menteri Penerangan Malaysia). Dua menteri tersebut menyatakan bahwa media baru bernama Blog berikut dengan para bloggernya tidak bisa dipercaya alias pembohong. Tentu saja para pembaca berita sudah tahu siapa yang mengungkap fakta yang sebenarnya tentang pariwisata Malaysia.

Mereka (dua orang menteri ini) yang mewakili pemerintahan sebuah negara sekalipun tidak bisa melawan arus perubahan dimana orang orang sudah mengalami perubahan. Walhasil promosi yang semula ditujukan untuk membangun citra positif pada pariwisata Malaysia malah menuai citra negatif hanya kerana tidak tanggap pada perubahan media.

Ketika invasi Amerika ke Irak dimulai banyak media resmi Barat yang menggunakan blog-blog individual sebagai referensi mereka. Ini membuktikan media baru bernama Blog tidak bisa dianggap main-main peranannya dalam jurnalisme.

Kembali ke bidang musik dimana lebih banyak lagi fakta yang bisa diungkap. Angelina Alfareza (Echa) seorang yang berasal dari keluarga musisi (ayah, ibu, suami dan adik adiknya semua berprofesi sebagai musisi) mengungkapkan banyak hal tentang kehidupan musisi. Kakak kandung Audy Item ini menggambarkan kehidupan musisi tanah air memang cuma mengandalkan pemasukan dari konser, manggung, iklan, dan kalo ada yg bisa main sinetron atau film termasuk orang yang beruntung, at least itu dari sisi bisnis katanya.

Menurut Echa band-band atau artis yang masanya sudah agak lewat, kalo tidak legend-legend banget dan tidak punya massa penggemar bakal sulit untuk survive di dunia musik. Lebih jauh lagi Echa mengungkapkan untuk band atau penyanyi yang memiliki sisa kontrak album masih ada harapan dengan berbagai syarat berat diantaranya harus ada 3 hit singles dalam satu album. Kalau syarat tersebut tidak terpenuhi maka jangan harap Label akan merilis albumnya.

Istri musisi Emil personel band NAIF ini kadang suka prihatin dengan anak-anak band baru yang minta didenger demonya untuk minta sumbang saran dan bantuan link ke produser atau Label. Mereka datang dengan setumpuk harapan, angan-angan ingin ngetop dan banyak uang. Sekarang tidak segampang itu, selain materi musti kuat, ada hits, promo, management artisnya, faktor x dari artis itu sendiri tukasnya. Echa berpendapat bahwa untuk band/artis sekarang sebaiknya diedukasi supaya bisa beradaptasi dengan perubahan media.

Saya setuju. Pembajakan bukanlah satu-satunya biang kerok keterpurukan industri musik. Sebelum maraknya media digitalpun pembajakan sudah ada tapi efeknya tidak seperti sekarang. Para pembajak rupanya lebih tanggap akan perubahan media dibanding para pelaku industri musik itu sendiri.

Kita belum lagi benar benar memasuki puncak dahsyatnya perubahan. Sebentar lagi pemerintah akan menggelar megaproyek Palapa 02 Ring (Palapa Ring) yang nilai proyeknya mencapai Rp 3 triliun. Sudah ada konsorsium 7 perusahaan besar yang akan ikut tender megaproyek Palapa Ring ini. Palapa Ring nantinya akan menjadi infrastruktur telekomunikasi broadband (backbone) yang akan menghubungkan 33 propinsi yang mencakup 460 kabupaten.

Kalau saya ibaratkan backbone itu bolehlah dikatakan jalan tol telekomunikasi, sementara pintu tolnya adalah handset telephone selular dengan fasilitas koneksi internet yang sudah semakin murah dan canggih, apalagi setelah handset generasi 3G keluar.

Jika nanti pada masa Palapa Ring ini sudah beroperasi maka bisa dibayangkan perubahan yang akan terjadi. Media baru akan semakin mengambil peran penting. Download MP3 bisa selesai hanya dalam hitungan detik. Hampir semua yang biasa dilakukan lewat PC akan dilakukan lewat HP. Padahal anda tahu sendiri pengguna HP jauh lebih banyak daripada pengguna PC dan akan terus bertambah (bayangkan jumlah pemakai HP di 460 kabupaten).

Siapa yang masih mau bertahan dalam keadaan seperti ini dengan paradigma bisnis lama. Bisakah pelaku industri musik menghentikan aksi pembajakan dengan cara cara lama? Sementara para pembajak terus saja memanfaatkan media baru ini untuk mengeruk keuntungan.

Satu satunya cara adalah mengikuti arus perubahan dengan menggelar produk musik secara online maka singles dalam satu album bisa didownload secara individual dan tidak lagi wajib membeli satu album penuh. Adinoto seorang pencinta Apple mengungkapkan fakta dalam sebuah milis bahwa penyedia musik digital online iTunes Music Store berhasil menjadi penjual terbesar ke 4 (1. Wal Mart, 2. Best Buy, 3. Target, 4. Apple, 5. Amazon) dengan jualan 3 milyar download lagu, dan 50 juta film.

Menurut Hanna Hallberg seorang analis dari BergInsight.com memperkirakan nilai penjualan musik digital akan melampaui nilai penjualan musik audio (CD dan Kaset) pada tahun 2011 untuk kawasan Eropa yang nilainya diperkirakan mencapai 11.6 milyar Euro.

Kaum pesimistis bisa saja berdalih bahwa fakta itu kan berasal dari Barat yang notabene masyarakatnya menghargai hak cipta sedangkan di tanah air kondisinya berbeda karena masyarakatnya kurang menghargai hak cipta alias lebih suka beli barang bajakan.

Saya katakan jangan terlalu percaya analisa yang tergesa gesa seperti itu karena parameter yang digunakan tidak seluruhnya valid. Kalau memang masyarakat Barat dengan penghargaan pada hak cipta yang begitu tinggi itu bisa meredam pembajakan tentunya industri musik mereka tidak akan mengalami perubahan tapi toh ternyata industri musik Barat juga mengalami perubahan seperti yang saya paparkan diatas. Ini seperti logika bolak balik atau lingkaran setan.

Saya coba lakukan pendekatan dengan cara yang berbeda. Pembajakan hanya efektif berlaku pada masyarakat yang kurang menghargai hak cipta. Sementara perubahan efektif berlaku pada semua masyarakat baik yang menghargai maupun yang kurang menghargai hak cipta.

Baik pelaku industri musik maupun pelaku pembajakan sama sama beroperasi pada sebuah media yang sama dimana media tersebut memiliki sifat dan karakteristik yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan tujuan masing masing.

Proses perubahan itu mengalami tingkatan mulai dari medianya itu sendiri kemudian pada perilaku pengguna media sampai pada tatanan kehidupan sosial, ekonomi, budaya dst. Sebelum format MP3 keluar para pembajak menggelar produknya dalam bentuk CD Audio bajakan dengan harga jauh dibawah CD Audio original. Begitu media MP3 mulai marak para pembajak menggelar produk bajakan dalam bentuk CD kompilasi musik MP3 yang mampu memuat sampai beberapa album yang mencakup ratusan singles dengan harga yang lebih murah dari CD Audio bajakan (karena perbandingan harga dan jumlah lagu yang bisa didapat dalam satu CD).

Pada dua perubahan diatas apa yang dilakukan pelaku industri musik praktis tidak ada dalam hal memanfaatkan perubahan untuk antisipasi gerak pembajak. Sekarang perubahan sedang terjadi lagi. Dulu orang masih suka beli CD  kompilasi musik format MP3 bajakan tapi sekarang kecenderunganya orang lebih selektif dengan mendownload singles yang mereka inginkan saja. Padahal fasilitas download belum lagi mencapai puncaknya karena berbagai kendala termasuk infrastruktur.

Nanti kalau fasilitas download sudah benar benar memasyarakat (tidak lama lagi) akankah pelaku industri musik melakukan kesalahan yang sama?  Jangan ditanya bagaimana dengan para pembajak karena mereka pasti akan melakukan sesuatu. Sebelum itu terjadi cepat antisipasi, ikuti perubahan, gelar musik secara online supaya penikmat musik bisa mendapat produk secara legal. Jangan khawatir dengan para pembajak yang akan ikut ikutan memberi layanan yang sama karena penikmat musik akan selalu mencari layanan yang terbaik.

Sejauh pengamatan saya penyedia layanan MP3 untuk musik Indonesia belum ada yang legal dan profesional. Kalaupun ada masih menggarap pasar longtail alias produk musik indie dan belum mencakup produk dari major Label. Industri pendukung seperti micropayment atau killer-application biasanya akan bersambut karena tertarik dengan kegiatan bisnis yang sudah berjalan.

Ada satu contoh menarik dari dunia software. Kita tahu pada PC ada Windows, tapi tahukah anda berapa harga Windows yang original, saya rasa sebagian besar dari pengguna PC di tanah air tidak akan mampu membelinya. Yang mampu dibeli adalah versi bajakannya. Berbeda dengan pengguna PC yang menggunakan sistem operasi Linux pada PC mereka. Linux bisa diperoleh dengan harga yang sangat murah sehingga sangat populer dikalangan mahasiswa bahkan dikalangan perusahaan yang mau memanfaatkan perubahan.

Tentunya para pengguna Linux ini terbebas dari tudingan pelanggaran hak cipta. Ada memang yang pesimis dengan mengatakan apakah masyarakat kita perduli dengan predikat pelanggar hak cipta atau tidak. Itu terpulang kepada perlakuan dan layanan pelaku industri kepada masyarakatnya.

 

Beri layanan yang terbaik dan jadilah agen perubahan digarda terdepan, jangan takut kendala apalagi takut rugi karena toh selama ini industri musik sudah merugi terus dihantam para pembajak dan perubahan. Antisipasi perubahan maka sekali tembak dua musuh terkalahkan.

Wibisono Sastrowidiryo

Pondok Kopi

28-May-07, 2:25

Pasang Surut Friendster vs MySpace

May 24th, 2007 by wibi5ono

Kita tahu MySpace dulunya bukanlah market leader dan juga bukan pioner di social networking portal. Adalah Friendster yang menggemparkan dunia IT bahwa portal social networking bisa diminati sebegitu hebatnya. Tapi rupanya Friendster kurang trengginas dalam memfasilitasi portalnya sehingga banyak keluhan yang terjadi tapi tidak mendapat perhatian yang cukup.

Sampai Tom Anderson dan Christ de Wolf membuat MySpace dengan memperbaiki aspek aspek yang kurang di Friendster, barulah Friendster sadar akan kekurangnya dan mulai lagi berbenah luar dalam walaupun sudah agak terlambat.

Salah satu kelemahan mendasar pada Friendster adalah lambatnya respon server, dan masih banyak lagi kelemahan lain yang cukup menggangu, seperti dibatasinya jumlah Friends hanya sampai 500 orang walaupun belakangan sudah di tingkatkan menjadi 1000 orang, tetap saja kebijakan yang kurang efektif karena MySpace membolehkan Friends unlimited.

Perkembangan telah terjadi, Friendster banyak berbenah dan MySpace mulai kacau balau.
Banyak pengguna MySpace kecewa dengan layanan portal yang dibeli oleh Rupert Murdoch seharga 580 juta dollar tersebut, mulai dari error tidak penting sampai pada yang paling serius adalah pembajakan account.

Yang terakhir ini sungguh sangat meresahkan, disamping merugikan pemilik account yang dibajak juga mengancam account yang lain terutama Friends dari pemilik account yang dibajak.

Fenomena pembajakan account MySpace ini sudah sangat meluas dan sulit dibendung, diperparah lagi dengan maraknya fake-account yang membuat MySpace kelihatan seperti tempat sampah.

Fake-account adalah account yang dibuat dengan menggunakan profile palsu berupa foto seksi dan profile yang dibuat semenarik mungkin. Account ini memang dibuat oleh pihak ketiga untuk orang orang yang tidak punya teman terlalu banyak di MySpace tapi ingin tampil populer seperti layaknya selebritis.

Mereka (pemilik fake-account) menawarkan diri (dengan profile yang menarik tadi) kepada calon pengguna jasa mereka sebagai teman dan untuk meyakinkan orang orang bahwa mereka adalah teman sejati dari pengguna jasa fake-account maka mereka juga akan memposting comment seperti layaknya teman akrab. Bahkan kegiatan faking ini sudah tergorganisir secara profesional, anda bisa bayar sekian dollar perbulan dan si pemilik fake-account akan memposting 2 Comment perminggu.

Semakin banyak duit yang anda bayarkan semakin banyak dan beragam profile Friend yang anda miliki. Jika anda melihat profile seorang public figure dengan jumlah Friend ribuan maka itu wajar karena public figure biasanya punya fans berat.

Tapi jika anda menemukan account orang biasa yang penampilannya juga tidak terlalu menarik dan tidak punya prestasi apa apa tapi bisa punya Friends sampai 5000 orang ditambah lagi dengan profile Friend mereka cantik-cantik, tampan-tampan dan seksi maka bisa jadi orang tersebut menggunakan jasa fake-account.

Manajemen MySpace pernah melakukan tuntuan hukum kepada sebuah situs yang memberikan layanan fake-account, karena kegiatan faking ini benar benar telah membuat MySpace tampak seperti tempat sampah. Pemasang iklan menjadi enggan beriklan karena begitu banyak fake-account yang tidak mungkin membuat iklan mereka jadi efektif.

Ciri ciri fake-account adalah profilenya wanita/pria muda usia 20an awal dengan tampang menarik kemudian dengan vulgarnya menuliskan ajakan untuk berhubungan lebih lanjut untuk chating dan email. bahkan lebh serius lagi fake-account ini menjalankan BOT chating sehingga ketika orang coba chating dengan account tersebut akan ada respon yang seperti orang beneran padahal itu cuma BOT.

Jika anda pengguna MSN maka anda akan di suguhkan adult-live-webcam yang isinya adegan live orang sedang mandi atau behubungan intim. Adegan tersebut ditampilkan sedemikian rupa sehingga membuat pengunjunng penasaran dan akhirnya bersedia membayar untuk tetap stay-tune. Sekedar info bahwa bisnis adult-live-webcam berpengahsailan jutaan dollar perbulan.

Saya tidak tahu apakah Tom Anderson (sang pendiri dan pengelola MySpace) -yang selalu tampil tersenyum di setiap list Friends tiap account baru itu- sudah melakukan sesuatu yang berarti atau dia hanya sibuk membuat bulletin pengumuman tentang tips & tricks yang tidak pernah dia balas kalau ada yang merespon.

Musibah yang lebih besar datang ketika praktik pembajakan account booming, sampai sekarang pembajakan masih terus berlangsung dan bahkan semakin menggila. Ketika sebuah account dibajak maka si pembajak akan melakukan spamming ke daftar Friends dari korbannya lewat Message, Bulletin dan juga lewat Comment.

Materi spamming mereka berupa ajakan atau tawaran jasa menarik tertentu.

Mari kita bahas fenomena pembajakan account di MySpace.

Sebuah account yang dibajak tidak menampilkan ciri ciri khusus bahkan biasanya si pembajak tidak akan merubah profile dari korbannya selain mungkin passwordnya. Tapi dampaknya bisa dilihat pada teman teman si korban. Biasanya pada daftar Comment teman korban akan ada Comment dari si korban yang isinya antara lain pemberitahuan bahwa korban sangat senang dengan sebuah ringtone baru yang didownload di sebuah URL (URLnya juga tercantum di Comment tersebut), atau bisa juga sebuah tawaran untuk mengetahui siapa saja yang telah melihat profile anda.

Biasanya karena si pengirim Comment tersebut (account yang sudah dibajak tadi) adalah teman maka si teman ini tidak akan menaruh curiga dan langusng mengklik URL yang ada. Ketika URL tersebut diklik maka si teman ini akan di redirect ke sebuah halaman web yang mirip dengan halaman login dari MySpace.

Kemudian si teman tadi akan mengira bahwa session login MySpace mereka expire dan MySpace meminta mereka untuk login lagi (ini kerap terjadi secara alamiah), dengan tanpa curiga si teman tadi memasukan loginname (dalam hal ini berupa alamat email) dan password untuk login ulang.

Apa yang terjadi setelah itu adalah si teman kembali di redirect ke MySpace dan account si teman tadi sesungguhnya telah berhasil di bajak. Teknik yang sama (dikalangan praktisi web dikenal dengan istilah teknik Phising) dulu pernah dipakai oleh Steven Haryanto kalau tidak salah kepada Klikbca.com dengan menggunakan domain yang mirip seperti kilkbca.com

Pembajak MySpace juga menerapkan teknik usang ini (tapi masih efektif) dengan membuat domain yang mirip seperti login.myspcae.com untuk menipu mata calon korbannya.

Begitu account anda dibajak maka semua kendali ada ditangan si pembajak, anda beruntung jika si pembajak hanya numpang untuk melakukan spamming tanpa mengubah password anda. Kalau si pembajak mengubah password maka anda tidak bisa login lagi. Kalau anda laporkan problem ini ke manajemen MySpace maka biasanya manajemen MySpace akan meminta anda untuk memberikan bukti bahwa anda memang benar pemilik account tersebut berupa foto yang dapat dibandingkan dengan foto yang ada di account anda.

Jika kemudian prosedur sudah diikuti dan foto yang anda berikan bisa meyakinkan menejemen MySpace bahwa andalah pemilik account tersebut maka jangan berpikir manajemen MySpace berbaik hati membiarkan anda bisa login lagi karena apa yang akan mereka lakukan kemudian adalah menghapus account tersebut.

Kenapa begitu? Saya tidak tahu, tanyakan langsung pada MySpace. Ini yang bikin kesel banyak user korban bajakan. Data mereka selama ini, foto, teman dan Comment hilang begitu saja. Jadi jika account anda dibajak dan si pembajak berbaik hati tidak mengganti password account anda maka segeralah ikut langkah dibawah untuk mencegah musibah yang lebih besar.

Musibah yang lebih besar bisa terjadi jika seandainya anda menggunakan password untuk account MySpace sama dengan password yang anda gunakan untuk email (dan memang ini kerap dilakukan). Jika memang ini yang terjadi maka si pembajak bisa masuk ke email anda dan mengambil alih email tersebut dengan mengganti passwordnya. Dan jika email tersebut adalah email yang digunakan juga untuk mendaftar di layanan web yang lain maka mereka bisa masuk ke layanan web yang anda ikuti tersebut.

Bayangkan jika anda punya fasilitas internet banking, atau menggunakan layanan paypal, atau membeli domain web, atau layanan bisnis penting lainya maka habislah semuanya. Musibah besar sedang terjadi hanya karena account anda dibajak di MySpace.

Berikut langkah yang bisa diambil bila account MySpace anda dibajak dan belum diganti passwordnya.

1. Ubah password MySpace anda
2. Ubah password email yang anda gunakan mendaftar di MySpace
3. Pastikan anda tidak menggunakan password yang sama untuk MySpace dan email.
4. Jangan pernah click berita di bulletin, message atau comment yang mencurigakan.
5. Jika keliatannya MySpace me-logout-kan anda dan meminta untuk login ulang, pastikan anda tetap berada di MySpace dan bukan di situs lain yang merupakan tiruan halaman login MySpace.
6. Jika anda menemukan comment atau bulletin yang diposting oleh teman anda dan isinya keliatannya aneh dan tidak mungkin berasal dari teman maka beri tahu teman anda bahwa kemungkinan besar accountnya telah dibajak orang dan sarankan untuk mengikuti langkah diatas.
7. Sebarkan peringatan kepada teman teman untuk tidak menggunakan password yang sama pada account MySpace dan email.

Untuk Friendster memang pembajakan account belum semarak di MySpace tapi ada tanda tanda kearah situ, kalau anda menemukan sebuah account Friendster yang isinya cuma cewek cewek dengan orientasi seksual Lesbian dan di More About Me nya terdapat pesan "hanya untuk cewek" atau "girls only no boys please" atau pesan lain yang senada maka itu biasanya fake, karena saya dapati ada beberapa account populer yang menggunakan foto dan profile yang sama.

Dan gejala yang saya lihat sangat memperlihatkan potensi ke arah serangan seperti yang diderita oleh MySpace adalah spamming pada Groups. Hampir disetiap groups bisa ditemukan posting announcement dengan title "mynude picture" atau "whats up, add me" atau "My # 407-529-7133 Just moved looking for friends".

Kalau kita lihat pemiliknya maka biasanya sudah disuspend oleh Friendster. Pelakunya teroganisir dengan fokus marketing layanan mereka (biasanya porn), jadi mereka signup dan dengan sangat aktif join di group group dan posting lalu kemudian leave dari group itu.

Untuk proses signup dilakukan oleh manusia tapi untuk proses Join group dan posting mereka serahkan pada BOT, jadi sangat aktif dan eksesif.

Frindster sekarang lagi mati-matian memerangi serangan ini. Terbukti setiap user yang saya lihat profilenya pasti selalu sudah disuspend oleh Friendster. Saya rasa usaha counternya kurang efektif, cara pencegahan menurut saya lebih baik dengan menambahkan fasilitas CAPTCHA pada join group sehingga BOT tidak bisa melakukan join.

Semua kejadian yang menimpa MySpace sangat mungkin terjadi pada Friendster. Kalau Friendster kurang tanggap maka boleh jadi serangan pada MySpace juga akan menjangkiti Friendster.

Wibisono Sastrodiwiryo

Pondok Kopi

25 Mei 2007, 4:50 am

In Memoriam Om Hussein Umar

May 4th, 2007 by wibi5ono

Bang Hussein, demikianlah ayah saya memanggil beliau. Nama itu pertama kali saya dengar waktu masih dibangku kuliah tahun 90an. Ketika itu saya dan ayah sedang menyusuri jalan Kramat Raya dan tiba tiba ayah menunjuk ke sebuah gedung seraya berkata "Itu, disitu dulu kakekmu berkantor, sekarang ada Bang Hussein disitu". Ramainya lalu lintas membuat perhatian kami teralihkan, saya tidak sempat bertanya tentang apa yang dikatakan ayah.

Rupanya gedung yang dimaksud adalah gedung DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia). Saya baru tahu setelah ayah mengajak sholat jum’at disana. Siapa sebenarnya Hussein Umar saya tidak terlalu hirau, maklum waktu itu perhatian saya hanya kepada bidang yang berkenaan dengan IT. Karena itu saya tidak banyak tanya tentang beliau.

Yang saya tahu Om Hussein itu orang yang kalau sedang bicara ditelpon dengan ayah selalu membicarakan masalah politik, agama dan berbagai macam masalah kenegaraan lainnya.

Beberapa topik yang saya masih ingat pernah didiskusikan antara lain tentang partai Masyumi, tentang strategi para misionaris, tentang perpustakaan, tentang strategi dakwah dan masih banyak lagi. Pernah juga Om Hussein menanyakan sebuah buku milik kakek saya yang merupakan pemberian dari Pak Natsir untuk kakek yang berjudul "Islam Sebagai Dasar Negara". Ayah berencana untuk memfotocopy buku tersebut dan memberiakannya kepada Om Hussein.

Walaupun saya tidak terlalu tertarik tapi ayah selalu menceritakan topik yang sedang didiskusikan dengan beliau. Mungkin ayah berkeinginan supaya saya bisa memiliki perhatian dengan masalah selain IT.

Sibuk dengan perkuliahan dan akhirnya selesai tahun 1998 pada saat reformasi bergulir, dapat saya gambarkan suasana pada saat itu menegangkan dan masyarakat bingung mencari kepastian politik.

Waktu itu terjadi tarik ulur kekuatan antara kaum status-quo dan kaum reformis. Hampir semua pihak mengidentifikasi diri sebagai kaum reformis, mulai dari MPR, DPR dan bahkan Kabinet Pembangunan VI waktu itu.

Ditelevisi terlihat Pak Amin Rais dan teman teman mahasiswa memberi support mental kepada MPR untuk berani mengeluarkan pernyataan mundur kepada Presiden Soeharto. Setelah pernyatan mundur dari MPR keluar lantas ABRI mengeluarkan statement bahwa pernyataan MPR tersebut tidak sah yang membuat suasana menjadi sangat tegang dan bahkan mencekam.

Berbagai lembaga dan dewan kemasyarakatan kemudian silih berganti tampil ditelevisi untuk memberi arahan kepada masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang harus dilakukan. Pernyataan demi pernyataan menjadi wacana tarik ulur kekuatan politik. Ada yang tegas tapi ada juga yang masih abu abu dalam bersikap.

Kami sekeluarga sangat menanti pernyataan resmi dari DDII dan berharap suatu pernyataan yang tentu saja pro gerakan reformasi. Sampai akhirnya Pak Anwar Harjono ketua umum DDII pada waktu itu tampil ditelevisi dengan pernyataan bahwa gerakan Reformasi harus dilakukan dan dipimpim oleh Presiden sendiri.

Tentu saja pernyataan tersebut sangat mengecewakan, ayah terlihat sangat gusar dan berusaha menghubungi Om Hussein untuk meminta konfirmasi tentang statement tersebut. Tapi apa daya Om Hussein susah sekali dihubungi lewat telephone. Kami berniat berangkat ke Kramat Raya tapi melihat kondisi dijalan yang tidak aman waktu itu kami urungkan niat.

Saya tidak ingat lagi bagaimana sikap DDII setelah itu karena kami kecewa dan sibuk menggalang dukungan pro reformasi dari berbagai pihak. Bahkan saya sempat dengan bahasa pemrograman PERL membuat sebuah forum di web dengan judul Pro-Reformasi yang cukup ramai dikunjungi waktu itu.

Lama berselang setelah itu tepatnya tahun 1999, saya sudah bekerja di sebuah perusahaan ISP dan sedang ada proyek pembuatan aplikasi Web yang dikerjakan onsite di gedung DPR untuk fraksi PPP atau fraksi Karya Pembangunan kalau tidak salah, saya harus menscan foto ketika mendapati foto Om Hussein.

Sejak saat itu saya kembali tertarik menanyakan pribadi Om Hussein kepada ayah, karena beberapa kali saya melihat beliau di TV maupun artikel di web dengan pikiran dan perhatiannya pada dunia dakwah Islam. Terlebih lagi karena beliau memiliki kesamaan historisitas dengan keluarga kami. Sama sama memiliki darah Bali (ibunda Om Hussein adalah wanita asli Bali dari Karangasem) dan juga kesamaan visi tentang Islam sejak perkenalan beliau dengan keluarga kami pada tahun 50an ketika kakek saya menjadi ketua GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia) untuk wilayah Sunda Ketjil.

Om Hussein kemudian menjadi sosok idola ketika mengetahui kiprahnya di Parlemen dalam usaha penghapusan Pancasila sebagai asas tunggal. Ciri khas orang Masyumi yang tidak luntur mengingatkan kenangan kami akan kakek tercinta yang dulu pernah menjadi wakil partai Masyumi di Parlemen propinsi Bali dan Sunda Ketjil.

Ciri yang khas adalah berani dan amanah tampak ketika jaman pemerintahan Gus Dur ketika Gus Dur mulai tidak disukai rakyat dan dituntut untuk mundur. Waktu itu saya trauma lagi dengan DDII dan  menduga jangan jangan DDII memihak Presiden lagi. Tapi keraguan itu sirna begitu mendengar Om Hussein yang masih sekjen DDII dengan berani menyatakan bahwa Gus Dur tidak arif dan biang masalah.

Untuk ukuran sekarang sulit kita mencari tokoh yang amanah dan berani sekaligus pintar. Kalaupun ada seperti Om Hussein maka akan dianggap berbahaya oleh penguasa -mungkin karena itulah Om Hussein tidak terpilih sebagai penasihat Presiden tapi yang terpilih adalah Ma’ruf Amin (bukan orang nomor satu di DDII)-

Pertemuan terakhir saya dengan Om Hussein terjadi kalau tidak salah tahun 2006 di TMII anjungan Bali, waktu itu ada pertemuan reuni muslim Bali yang tinggal di Jakarta. Sebenarnya saya ingin sekali ngobrol panjang lebar dengan beliau tapi Om Hussein sibuk ngobrol dengan ayah dan saya tidak enak hati untuk nimbrung.

Banyak rencana yang ingin saya lakukan dengan beliau, seperti membuat web site untuk  DDII, rencananya saya ingin main ke rumah beliau atau ke kantor DDII untuk sosialisasi dengan lingkungan DDII. Tapi rupannya bukan saya saja yang rindu bertemu dengan Om Hussein, rupanya Pak Natsir, Hamka, Kasman Singodimejo dan bahkan Rasulullah juga sudah rindu untuk bertemu beliau.  Kepergian Om Hussein yang sangat tiba tiba begitu mengagetkan, sungguh suatu kehilangan besar untuk perjuangan dakwah Islam Indonesia.

Semoga pengganti beliau mewarisi sikap seorang Masyumi yang tidak pernah luntur.
Dan aku pun masukkan dalam daftarmu.

Wibisono Sastrodiwiryo

Pondok Kopi

5-May-07, 04:55 AM

Musik Indonesia

April 18th, 2007 by wibi5ono

Tulisan saya pada sebuah diskusi dimilisnya Astrid Sartiasari.

Memang betul budaya pop berasal dari Barat begitu juga dengan
science, tapi tidak terlalu akurat benar kalau kita tidak bisa
setingkat mereka, saya ambil analogi dari bidang science, Jepang
dalam beberapa sub-bidang science lebih unggul dari Barat.

Jangan terlalu terpaku dengan orisinalitas sebab Barat sendiri juga
mengalami proses dalam menemukan orisinalitas mereka, simak sejarah
genre genre musik paling muda yang merupakan senyawa dari genre
sebelumnya, dimana pengusung genre baru tersebut selain memiliki
kemampuan instrumen pop tapi juga memiliki orisinalitas budaya mereka
sendiri.

Kita secara alamiah menuju kesana tapi jangan terlalu buru buru ingin
panen sekarang, prosesnya masih perlu waktu dalam satuan dekade.

Tidak adil kalau kita bandingkan dengan Barat yang sudah berproses
lebih awal. Saya masih ingat ketika Katon Bagaskara menjadi juri Asia
Bagus diberi pertanyaan oleh hostnya Najib "Kenapa banyak sekali
kontestan dari Indonesia yang menjadi pemenang Asia Bagus?", dan
jawaban Katon kurang lebih sbb: "Karena Indonesia memiliki banyak
sekali ragam etnic yang mempengaruhi jiwa seni mereka".

Semua ini sebenarnya adalah mudigah dari sebuah evolusi musik
Indonesia, di era 70an kita punya Koesplus, 80an kita punya Iwan
Fals, Fariz, Vina, Chrisye, KLa, GodBless dst, di era 90an kita punya
Slank, Dewa, Kla dst… di era 2000an sebutkan sendiri… yang
walaupun menurut saya tidak laku untuk dijual di Barat tapi please
jangan dibikin kecil hati dengan mengatakan kita tidak akan bisa
sebaik Barat dalam bermusik.

Walaupun saya sendiri punya pendapat artis kita tidak usah go
international… kenapa begitu? ini bukan soal kita gak bisa bikin
musik sebaik Barat tapi karena kita punya genre sendiri yang untuk
kita sendiri.

Di Barat sana ada istilah Black Music untuk kalangan orang negro,
komunitas negro tidak diterima masuk ke wilayah lain, sampai mereka
punya wilayah sendiri mulai dari jenis musik, penikmat sampai
industrinya.

Sejak awal Black Music tidak mendapat tempat dikomunitas Barat sampai
suatu ketika Michael Jackson bersinar dan membuat Barat memberi
apresiasi tertinggi dengan menghadiahi gelar King of Pop.

Kita juga menurut saya bisa melakukan hal yang sama dengan genre khas
Indonesia. Memang rasanya kok tidak mungkin orang Barat mau dengerin
musik berbahasa Indonesia, tapi jangan lupa kalau Industri memiliki
peran yang sangat vital, dengan Industri yang sehat tidak ada yang
tidak mungkin sekalipun bergerak dipasar yang berbeda.

Saya ingin ambil contoh industri otomotif Jepang walaupun tidak
laku di Amrik tapi jelas menghantam telak industri otomotif Amerika
karena mobil Jepang punya pasarnya sendiri yang nilainya mengalahkan
pasar Amerika.

Jika Industri sudah bicara maka apa yang terjadi jika nilai penjualan
musik Indonesia mengalahkan pasar Barat, tidak mungkin? semua itu
terkait dengan kesejahteraan rakyat yang memiliki daya beli,
penegakan hukum dan tentu saja talent yang sudah kita miliki.

Semakin tinggi daya beli, tertib hukum, produk musik yang bagus akan
menciptakan pasar yang besar. Siti Nurlahiza menganggap pasar
Indonesia lebih penting untuk karir musiknya daripada pasar Malay.
Rivermaya menggarap serius pasar Indonesia. Ini bukti peran Industri
yang vital.

Pasar yang besar dan Industri yang kuat akan memberi pengaruh hebat
pada perkembangan komoditinya (dalam hal ini musik).

Simak testimonial dari orang Malay tentang musik kita:
http://www.haloscan.com/comments/nizamzakaria/200124609/

Memang kalo dibanding Barat pasar kita masih kecil, tertib hukum juga
masih cupu, talent masih perlu diasah terus, tapi dunia berubah cepat
satu dekade kedepan tidak akan sama dengan yang kita bayangkan hari
ini.

Jadi saya setuju kalau musik Indonesia mesti lebih concern dengan
unsur budaya sendiri seperti yag telah dilakukan oleh Guruh, Chrisye,
Eros Djarot, Iwan Fals dst.. tapi jangan berkecil hati kalau
apresiasi Barat tidak hangat sebab ketika Industri bicara maka suka
tidak suka akan menarik perhatian.

Kita punya musik sendiri, genre sendiri, pasar sendiri dan budaya
sendiri. Buat dunia kita gemerlap hingga dunia lain mau tidak mau
memberi apresiasi.

Karena itu juga kok saya agak kurang setuju kalau Astrid dijuluki
Bjorknya Indonesia, Bjork is Bjork and Astrid is Astrid, thats it..
thats all…

gimana yang lain (ada orang dari industri musik disini?)

Maju Terus Musik Indonesia

URL milis tersebut:

http://launch.groups.yahoo.com/group/cahayaastrid/message/134

Wibi

Jossephina by Abdul

April 18th, 2007 by wibi5ono

Gw lagi suka lagu ini:

Abdul - Joss

Joss…
Kau buka hatiku
Tuk sekali lagi
Merasakan arti cinta

Namun Joss…
Kau buat dirinya
Semakin bermakna
Saat kau luluhkan jiwa

Oh dirimu…
Satu yang terindah
Yang pernah kurasa
Dengan kau apa adanya

Dirimu…
Jadilah milikku
Untuk selamanya
Kan ku janjikan bahagia

Josephina…
Josephina…

Joss…
Memang ku tak pandai
Tuk berkata-kata
Tentang apa yang ku rasa

Namun Joss…
Apakah kau rasa
Apa yang ku rasa
Inikah namanya cinta…

Oh dirimu…
Satu yang terindah
Yang pernah kurasa
Dengan kau apa adanya

Dirimu…
Jadilah milikku
Untuk selamanya
Kan ku janjikan bahagia

Josephina…
Josephina…

Oh dirimu…
Satu yang terindah
Yang pernah kurasa
Dengan kau apa adanya

Dirimu…
Jadilah milikku
Untuk selamanya
Kan ku janjikan bahagia

Josephina…
Josephina…

Respon MyGank

April 12th, 2007 by wibi5ono
Wibisono Sastrodiwiryo   
More options Mar 27, 3:24 pm
From: "Wibisono Sastrodiwiryo" <wibi.sas@gmail.com>
Date: Tue, 27 Mar 2007 15:24:28 +0700
Local: Tues, Mar 27 2007 3:24 pm
Subject: Re: [teknologia] Re: Ajax for .Net

> On 3/26/07, Wibisono Sastrodiwiryo <wibi.sas@gmail.com> wrote:

> > On 3/26/07, boy avianto <avia@gmail.com> wrote:

> > > > kadang sulit memisahkanya, seperti pengalaman saya waktu mbangun
> www.mygank.com

> > > Alasan yang tidak valid. Sangat tidak valid. Tidak ada kesulitan
> > > memisahkannya karena ini adalah dasar pembangunan sebuah situs yang
> > > terstruktur. Masalahnya apakah situs yang anda bangun sudah
> > > terstruktur dengan baik bahkan sebelum mulai proses produksi? (Disini
> > > peranan orang-orang AI dan UX diperlukan).

> > "tidak valid" != "tidak sulit" && "valid" != "mudah"
> > terutama bila human resource terbatas
> > kadang PHP progammer tidak memiliki orientasi CSS
> > sebaliknya HTML + CSS designer kadang tidak memahami aspek PHP

> Ngg… nimbrung dikid aja :)

> Sejauh yang saya alami, justru masalah sering timbul jika XHTML-nya tidak
> valid dan tidak taat semantik.
> Block level didalam inline level, closing tag yang tidak seimbang
> (unbalanced), penggunaan attribut id dan name yang tidak konsisten, struktur
> halaman yang kacau balau (misal ada H3 setelah H1)… masalah-masalah
> seperti itu sering bikin pusing saat melakukan manipulasi DOM.

> XHTML yang valid __selalu__ memiliki struktur yang lebih simple dari XHTML
> yang tidak valid.

> valid => simple => mudah.

> Kalau dalam bahasa SEO: valid -> usability -> navigability/searchability.
> Situs yang valid XHTML dan taat semantik akan lebih mudah dibaca manusia dan
> dibaca/diindex google.

setuju mas Andry… kalo code yang valid memang akan selalu lebih mudah
tapi yang saya maksud dengan sulit diatas adalah membuatnya menjadi valid
kalo boleh saya pengin curhat sedikit deh.

Sebenarnya saya sudah jatuh cinta sejak lama dengan CSS
dia begitu ramping dan tidak menjelimet.
Cuma sayang perlu sedikti perhatian lebih banyak untuk memahami anatominya
ditambah dengan ada saja properties yang diterjemahkan secara
inkonsisten oleh browser yang berbeda.
Misalnya property height dalam % untuk div yang property position relative

Sering timbul masalah ketika akan mengatur layout
sementara itu dilain pihak dengan table semua itu peace of cake
Itu jadi godaan berat bagi para staff  designer yang bekerja dibawah
tekanan waktu untuk segera menyelesaikan proyek, maka mereka suka
ambil jalan pintas pake table.

Hacking CSS memang butuh waktu tapi saya lagi berbenah untuk membuat
satu module yang dipakai global di lingkungan kerja saya.
Saya yakin, sekali template CSS itu jadi maka semua perkerjaan akan
jauh lebih mudah.

> > yup memang betul dari sisi design layout masih banyak pakai table
> > dulu pernah semua layout pake DIV dengan id diatur CSS tapi semenjak
> > ada problem dengan firefox dan CSS designer kami hengkang kami tidak
> > boleh berhenti dan mesti lanjut karena itu masih pake table

> 68% masalah cross-browser compatibility karena XHTML-nya belum valid. Bukan
> karena kurang CSS-hack :)

hehehehe…. sudah lama gak denger 68% lagi nih
hi siapa tuh… jadi gak enak… :-)

> > > Inti dari kalimat sakti "pemisahan informasi, presentasi dan kelakuan"
> > > adalah hal yang dijelaskan diatas. Konsep tersebut harus matang dulu
> > > sebelum memulai produksi sebuah situs web.

> > > > untuk halaman profile berkali kali saya ubah karena khawatir masalah
> ini
> > > > untuk lebih jelasnya lihat sendiri deh http://www.mygank.com

> > > Sudah lihat dan maaf kalau saya bilang mengecewakan dari sisi
> > > development dan coding. Maaf kalau saya cuma bisa bilang, website
> > > mygank.com sama sekali tidak mencerminkan pembuatan web yang
> > > menerapkan sistem pemisahan informasi, presentasi dan kelakuan.
> > > Sehingga wajar saja kalau ada kesulitan memisahkannya - karena memang
> > > tidak terpisah juga sih hehehe.

> Nah…. kalo dari perspektif ini justru saya yang minta maaf. Bisanya omdo
> doank…….

> Teruskan coding dan jangan dengerin yang suka kritik.
> Ingat2 semboyan partai Golkar: "banyak berbuat maka banyak salah"
> (atau kita sesuaikan sesuai kebutuhan kita: "banyak coding maka banyak bug"
> :D )

System Development Life Cycle
itulah yang kami anut
terima kasih atas dukungannya :-)

> > mygank.com adalah proyek experimental yang fokus sebenarnya pada
> > pengembangan fungsi fungsi PHP dan tentu saja dalam kesempatan ini
> > ingin mencakup aspek design walapun akhirnya tidak tercakup karena
> > keterbatasan resource, tapi yang prioritas bagi kami sekarang server
> > side dulu

> Eh, kadang ada baiknya  mulai dari design dulu
> http://gettingreal.37signals.com/ch09_Interface_First.php.

Artikel yang menarik
Pada dasarnya memang begitu, saya memikirkan konsep GUI yang akan
berdampak pada programming para staff.
Cuma mungkin kami kurang perhatian di detail
kesalahan bukan momok tapi untuk jadi cambuk bukan?

Tunggu versi beta ke dua yang akan lebih memperhatikan aspek design


Wibisono Sastrodiwiryo
www.mygank.com
www.cybergl.co.id

On 3/27/07, Andry S Huzain <andryshuz

- Hide quoted text -
- Show quoted text -

@gmail.com> wrote:

- Hide quoted text -
- Show quoted text -

Dukungan untuk MyGank

April 12th, 2007 by wibi5ono
Andry S Huzain   
Mar 27, 1:55 pm
From: "Andry S Huzain" <andryshuz@gmail.com>
Date: Mon, 26 Mar 2007 22:55:44 -0800
Local: Tues, Mar 27 2007 1:55 pm
Subject: Re: [teknologia] Re: Ajax for .Net

> On 3/26/07, boy avianto <avia@gmail.com> wrote:

> > > kadang sulit memisahkanya, seperti pengalaman saya waktu mbangun
> www.mygank.com

> > Alasan yang tidak valid. Sangat tidak valid. Tidak ada kesulitan
> > memisahkannya karena ini adalah dasar pembangunan sebuah situs yang
> > terstruktur. Masalahnya apakah situs yang anda bangun sudah
> > terstruktur dengan baik bahkan sebelum mulai proses produksi? (Disini
> > peranan orang-orang AI dan UX diperlukan).

> "tidak valid" != "tidak sulit" && "valid" != "mudah"
> terutama bila human resource terbatas
> kadang PHP progammer tidak memiliki orientasi CSS
> sebaliknya HTML + CSS designer kadang tidak memahami aspek PHP

Ngg… nimbrung dikid aja :)

Sejauh yang saya alami, justru masalah sering timbul jika XHTML-nya tidak
valid dan tidak taat semantik.
Block level didalam inline level, closing tag yang tidak seimbang
(unbalanced), penggunaan attribut id dan name yang tidak konsisten, struktur
halaman yang kacau balau (misal ada H3 setelah H1)… masalah-masalah
seperti itu sering bikin pusing saat melakukan manipulasi DOM.

XHTML yang valid __selalu__ memiliki struktur yang lebih simple dari XHTML
yang tidak valid.

valid => simple => mudah.

Kalau dalam bahasa SEO: valid -> usability -> navigability/searchability.
Situs yang valid XHTML dan taat semantik akan lebih mudah dibaca manusia dan
dibaca/diindex google.

yup memang betul dari sisi design layout masih banyak pakai table

> dulu pernah semua layout pake DIV dengan id diatur CSS tapi semenjak
> ada problem dengan firefox dan CSS designer kami hengkang kami tidak
> boleh berhenti dan mesti lanjut karena itu masih pake table

68% masalah cross-browser compatibility karena XHTML-nya belum valid. Bukan
karena kurang CSS-hack :)

> > Inti dari kalimat sakti "pemisahan informasi, presentasi dan kelakuan"
> > adalah hal yang dijelaskan diatas. Konsep tersebut harus matang dulu
> > sebelum memulai produksi sebuah situs web.

> > > untuk halaman profile berkali kali saya ubah karena khawatir masalah
> ini
> > > untuk lebih jelasnya lihat sendiri deh http://www.mygank.com

> > Sudah lihat dan maaf kalau saya bilang mengecewakan dari sisi
> > development dan coding. Maaf kalau saya cuma bisa bilang, website
> > mygank.com sama sekali tidak mencerminkan pembuatan web yang
> > menerapkan sistem pemisahan informasi, presentasi dan kelakuan.
> > Sehingga wajar saja kalau ada kesulitan memisahkannya - karena memang
> > tidak terpisah juga sih hehehe.

Nah…. kalo dari perspektif ini justru saya yang minta maaf. Bisanya omdo
doank…….

Teruskan coding dan jangan dengerin yang suka kritik.
Ingat2 semboyan partai Golkar: "banyak berbuat maka banyak salah"
(atau kita sesuaikan sesuai kebutuhan kita: "banyak coding maka banyak bug"
:D )

mygank.com adalah proyek experimental yang fokus sebenarnya pada

> pengembangan fungsi fungsi PHP dan tentu saja dalam kesempatan ini
> ingin mencakup aspek design walapun akhirnya tidak tercakup karena
> keterbatasan resource, tapi yang prioritas bagi kami sekarang server
> side dulu

Eh, kadang ada baiknya  mulai dari design dulu
http://gettingreal.37signals.com/ch09_Interface_First.php.


http://andryshuzain.com

Kritikan untuk MyGank

April 12th, 2007 by wibi5ono

On 3/26/07, boy avianto <avia@gmail.com> wrote:

> > kadang sulit memisahkanya, seperti pengalaman saya waktu mbangun www.mygank.com

> Alasan yang tidak valid. Sangat tidak valid. Tidak ada kesulitan
> memisahkannya karena ini adalah dasar pembangunan sebuah situs yang
> terstruktur. Masalahnya apakah situs yang anda bangun sudah
> terstruktur dengan baik bahkan sebelum mulai proses produksi? (Disini
> peranan orang-orang AI dan UX diperlukan).

"tidak valid" != "tidak sulit" && "valid" != "mudah"
terutama bila human resource terbatas
kadang PHP progammer tidak memiliki orientasi CSS
sebaliknya HTML + CSS designer kadang tidak memahami aspek PHP

> Situs mygank.com adalah contoh nyata ketidakadaan pemisahaan tersebut.
> Elemen layout/presentasi (dalam hal ini table) masih digunakan dalam
> elemen isi/content (html) - ingat, layout atau presentasi adalah
> elemen yang TERPISAH dari content. Content tidak peduli dia diletakkan
> dimana, warnanya apa, besarnya berapa, typefacenya apa, content hanya
> peduli semantiknya dia, apakah dia sebuah header (diwakili tag <h1> -
> <h6>), paragrap (tag <p), list atau menu (tag <ul> atau <ol> dan
> <li>).

yup memang betul dari sisi design layout masih banyak pakai table
dulu pernah semua layout pake DIV dengan id diatur CSS tapi semenjak
ada problem dengan firefox dan CSS designer kami hengkang kami tidak
boleh berhenti dan mesti lanjut karena itu masih pake table

> Inti dari kalimat sakti "pemisahan informasi, presentasi dan kelakuan"
> adalah hal yang dijelaskan diatas. Konsep tersebut harus matang dulu
> sebelum memulai produksi sebuah situs web.

> > untuk halaman profile berkali kali saya ubah karena khawatir masalah ini
> > untuk lebih jelasnya lihat sendiri deh http://www.mygank.com

> Sudah lihat dan maaf kalau saya bilang mengecewakan dari sisi
> development dan coding. Maaf kalau saya cuma bisa bilang, website
> mygank.com sama sekali tidak mencerminkan pembuatan web yang
> menerapkan sistem pemisahan informasi, presentasi dan kelakuan.
> Sehingga wajar saja kalau ada kesulitan memisahkannya - karena memang
> tidak terpisah juga sih hehehe.

mygank.com adalah proyek experimental yang fokus sebenarnya pada
pengembangan fungsi fungsi PHP dan tentu saja dalam kesempatan ini
ingin mencakup aspek design walapun akhirnya tidak tercakup karena
keterbatasan resource, tapi yang prioritas bagi kami sekarang server
side dulu

> Saya tidak mau bicara soal web standards dulu deh bisa panjang ;).
> Bicara sisi bisnis juga panjang.

> Sudah pernah baca artikel ini: http://www.hotdesign.com/seybold/ ?
> Baca deh, semoga bisa membuka mata.

Artikel yang sangat berharga
terima kasih atas infonya

> > FYI mygank dibangun dengan PHP+MySQL+CSS+Javascript+sedikit AJAX+sedikit Graphic

> Konsep menarik, saya acungkan jempol. Masalahnya penggunakan CSSnya
> masih terkesan tempelan saja, belum menjadikan CSS sebagai elemen yang
> bertanggungjawab atas elemen presentasi atau layout.

> Saya belum lihat dengan detail Javascriptnya, tapi sekilas sih
> sepertinya saya bisa mengerti kenapa timbul alasan ’sulit
> memisahkannya’. Secara DOM, situs mygank.com masih, maaf, berantakan.

yup… seperti dijelaskan diatas…
ini proyek experimental
sambil jalan kami akan benahi

> Mohon kritik ini diterima dengan hati terbuka dan jangan defensif,
> kita disini sama-sama belajar kan?

hehehe.. terima kasih banyak mas Boy
malah saya ingin pesan jangan bosan kasih review

> —
> <avianto /> - http://avianto.com/